BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Rokok merupakan masalah kesehatan dunia. World Health
Organization (WHO) memperkirakan jumlah perokok di dunia sebanyak 2,5
milyar orang dengan dua pertiganya berada di negara berkembang. Paling sedikit satu dari empat
orang dewasa adalah perokok di negara berkembang. Prevalens perokok lebih
tinggi di negara dengan pendapatan perkapita yang rendah dan terbanyak pada
kelompok penduduk dewasa muda dengan perbandingan 27% laki-laki dan 21%
perempuan. Prevalens perokok di Amerika Serikat sebesar 26% laki-laki dan 21%
perempuan sedangkan di Inggris sekitar 27% laki-laki dan 25% perempuan (info POM, 2015)
Tiap
tahunnya jumlah perokok semakin meningkat. Jumlah perokok di seluruh dunia
meningkat menjadi hampir 1 miliar orang dan sejumlah negara termasuk Indonesia
dan Rusia lebih dari separuh jumlah penduduk laki-laki merokok setiap hari.
Peningkatan jumlah perokok terjadi karena adanya peningkatan jumlah penduduk
yang meningkat 2 kali lipat selama 50 tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru
ini, jumlah perokok di seluruh dunia meningkat hampir 250 juta orang (Marie,
2014).
Rata-rata
batang rokok yang di hisap per hari penduduk Indonesia umur ≥10 tahun adalah
12,3 batang (setara satu bungkus). Proporsi terbanyak perokok aktif setiap hari
pada umur 30-34 tahun sebesar 33,4%, pada laki-laki lebih banyak di bandingkan
perokok perempuan (47,5% banding 1,1%) (Riskesdas, 2013).
Merokok
menjadi masalah yang belum dapat diselesaikan hingga saat ini. Berbagai dampak
dan bahaya merokok sebenarnya sudah dipublikasikan kepada masyarakat, namun
kebiasaan merokok masyarakat masih sulit untuk dihentikan. Bahaya merokok bukan
saja pada perokok tetapi juga berdampak pada orang-orang disekelilingnya
(perokok pasif) (Hasanah,2011).
Perokok
yang sangat banyak membuat tembakau menjadi produk bernilai tinggi, sehingga
bagi beberapa negara termasuk Indonesia berperan dalam perekonomian nasional, yaitu
sebagai salah satu sumber devisa, sumber penerimaan pemerintah dan pajak (cukai),
sumber pendapatan petani dan lapangan kerja masyarakat (usaha tani dan pengolahan
rokok). Oleh sebab itu, bisnis rokok terus berkembang dari waktu ke waktu dikarenakan
keuntungan yang besar ini (Rachmat & Nuryanti, 2009).
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang merokok yaitu, zat nikotin yang
membuat seseorang ketagihan, faktor teman, dan faktor psikologis yang merasa
lebih fokus dalam mengerjakan hal atau suka memainkan asap (Alamsyah, 2009).
Berdasarkan
faktor-faktor tersebut diketahui bahwa berhenti merokok bukan hal yang mudah.
Banyak cara yang dapat dilakukan dalam usaha berhenti merokok, seperti
berkomitmen, menggantikan rokok dengan permen, mengalihkan rokok dengan
beraktivitas dan menghindari rokok (Wulandari, 2012).
Saat
ini, menggunakan vaporizer merupakan salah satu alternatif yang dapat
dilakukan sebagai pengganti rokok, karena rokok ini tidak mengandung tardan
karbonmonoksida yang terkandung di rokok tembakau, tetapi tetap mengandung
senyawa nikotin yang dapat diturunkan dosisnya hingga dosis 0 miligram (Garner,2014).
Salah
satu jenis rokok yang tengah menjadi fenomena baru di tengah masyarakat
Indonesia adalah rokok elektronik. Sebagai perangkat baru, kehadiran rokok
elektronik tentu saja memancing rasa penasaran dan rasa ingin tahu lebih jauh.
Banyak kalangan muda dan bahkan anak-anak yang mencoba-coba menggunakan rokok
jenis ini. Begitu juga di kalangan perokok, banyak yang mencoba beralih ke
rokok elektronik karena dianggap lebih aman dan lebih stylish tanpa
mengurangi sensasi merokok seperti rokok konvensional. Beberapa pihak
menganggap rokok elektronik merupakan inovasi kesehatan untuk membantu
mengurangi ketergantungan dan sebagai alat berhenti merokok (Info POM,2015)
Lalu apakah rokok elektronik itu? Bagaimana
peredarannya? Apa saja kandungannya? Amankah digunakan? Benarkah sebagai alat
bantu berhenti merokok? Serta, bagaimana dampak kesehatan bagi pengguna?
A.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan rokok elektrik?
2. Kapan
rokok elektrik mulai dikenal oleh masyarakat?
3. Bagaimana
perkembangan rokok elektrik di Indonesia?
4. Zat
kimia apa saja yang terkandung pada rokok elektrik?
5. Apa
dampak rokok elektrik bagi kesehatan?
6. Bagaimana
cara kerja rokok elektrik?
7. Makanan
apa saja yang dapat menetralisir asap rokok dalam tubuh?
B.
Tujuan
Penelitian
1. Menjelaskan
definisi dari rokok elektrik.
2. Menjelaskan
sejarah perkembangan rokok elektrik.
3. Menjelaskan
perkembangan rokok elektrik di Indonesia.
4. Menjelaskan
zat kimia yang terkandungdalam rokok elektrik.
5. Menjelaskan
dampak rokok elektrik bagi kesehatan.
6. Menjelaskan
cara kerja rokok elektrik
7. Menjelaskan
bahan makanan yang dapat menetralisir asap rokok dalam tubuh.
BAB
II
ISI
A.
Definisi
Rokok Elektrik
Rokok elektrik
adalah rokok yang beroperasi menggunakan tenaga baterai. Namun tidak
membakar tembakau seperti produk rokok biasa. Rokok ini membakar cairan
menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai (Yani, 2010).
Rokok elektrik
menggunakan kepingan pintar/cerdas dan sensor aerodinamis untuk
mengendalikan asap yang dihasilkan dan terdapat cairan berberat jenis rendah
yang digunakan untuk memproduksi uap dan aroma melalui transmisi penyalur super
mikro yang berbentuk saluran kecil berongga (Yani, 2010).

Gambar
1 rokok elektrik
Rokok ini memiliki 2 macam produk
yaitu :
1. Tipe black, kelengkapannya 1
baterai, 1 atomizer, 3 charger dan 10 refill.

Gambar 2 Tipe black (sumber:
www.toko nabil.com)
2.
Tipe exclusive box, kelengkapannya adalah 1 baterai, 1 atomizer, 2 charger
dan 10 refill.
.
Gambar 3 Tipe exclusive box
(sumber: www.toko nabil.com)
Rokok elektronik
diakui sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa
dan tidak menimbulkan bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat
dari pada rokok tembakau karena bisa diisi ulang. (Yani, 2010)
B.
Sejarah
Rokok Elektrik
Sejak 1963 rokok
elektronik sudah ada, ditemukan pertama kali oleh Herbert A Gilbert. Namun
sosok yang pertama kali memproduksinya secara modern adalah Hon Lik, warga
berkebangsaan Tiongkok tahun 2003 sehingga ia lebih dikenal sebagai sosok yang
mengawali kehadiran rokok elektronik, selanjutnya dipatenkan tahun 2004 dan
mulai menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2006-2007 dengan berbagai merek.
Seperangkat rokok elektronik merupakan alat yang berfungsi mengubah zat-zat
kimia menjadi bentuk uap dan mengalirkannya ke paru dengan menggunakan tenaga
listrik. WHO mengistilahkannya sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS)
karena menghasilkan nikotin dalam bentuk uap yang kemudian dihirup oleh pengguna
(Zenal, 2013).
Banyak yang mengira bahwa yang mematenkan
pertama kali rokok elektrik adalah Herbert Gilbert pada tahun 1963 memang iya
benar namun penemuan tersebut tidak menghasilkan vapor yang sekarang sedang
menjadi trend, namun pada tahun 2003 Hon Lik lah yang menemukan dan mematenkan
e-cigarrete yang menjadi awal mula munculnya vapor. Cerita Hon Lik menemukan
e-ciggarette bisa di bilang unik karena ia menumukaan inspirasi membuat e ciggarrete
dari mimpinya pada tahun 2000. Hon Lik adalah seorang pecandu rokok konvensional
berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan. Dia sering batuk batuk dan
bersin sehingga ia kesulitan untuk tidur. Saat dia bisa tertidur dia bermimpi
bahwa dia tenggalam dan mati, namun tiba tiba air laut itu menguap dan di tiba
tiba terbaring di sebuah pulau yang indah dan penuh kabut yang berwarna warni.
Dan dari mimpi itulah dia menemukan inspirasinya lalu siang dan malam pun dia
gunakan untuk bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya membuat rokok elektrik pengganti
rokok konvensional, dan akhirnya dia pun menemukan sebuah perangkat yang bisa
merubah cairan nikotin menjadi uap/kabut atau yang biasa kita kenal sekarang
dengan nama e ciggarette, dan yang paling hebat dari penemuanya ini
adalah alat ini memilliki sensasi yang sama dengan rokok konvensional biasa
namun tidak memeliki kandungan seperti tar dan zat karsinogen yang menyebabkan
kanker yang biasanya ada pada semua macam rokok konvensional. Hon Lik
memberikan penemuan e ciggarettenya ini pertama kali kepada ayahnya, ayahnya
adalah perokok berat dan mengidap penyakit kanker paru-paru akibat rokok
konvensional, ayahnya pun senang dan menggatakan dengan penemuanya ini kelak di
masa mendatang akan sedikit anak anak yang akan melihat ayahnya sekarat terkena
penyakit kanker paru paru akibat rokok konvensional biasa. Rokok tembakau atau
rokok konvensional biasa dapat membunuh satu orang setiap enam detik (Zenal,
2013)
Dengan
penemuan Hon Lik ini kita akhirnya bisa mendapatkan alternatife menikmati
sensasi merokok yang benar benar menyenangkan. Perkembangan personal vaporizer
ini bisa dikatakan sangat cepat, sejak awal pembuatan tahun 2003 di Bangkok,
Tiongkok lalu diperkenalkan di Amerika pada tahun 2007, salah satu pabrik di
tiongkok yang didirikan pada tahun 2009 telah mendapaktan omset lebih dari 1,5
milyar dolar per tahun, dan mungkin beberapa tahun ke depan penjualan e ciggarette
ini akan melampaui penjualan dari rokok konvensional. Di Indonesia sendiri rokok
elektrik baru masuk pada tahun 2010 itu pun belum mendapat sertifikat legal
dari badan POM, namun walaupun belu mendapatkan sertifikat atau ijin yang resmi
e ciggarete ini dapat dengan mudah kita
dapatkan di Indonesia dengan
membelinya secara online. Hingga sekarang sangat banyak perokok yang ingin berhenti
ataupun ingin menikmati sensasi merokok dengan resiko mendapatkan penyakit dari
rokok yang rendah beralih dari rokok konvensional ke personal vaporizer ini.
Memang belum ada yang mengeluarkan kepastian manfaat ataupun resiko dari e-ciggarete
ini, dan juga belum ada rekomendasi
dari badan POM Negara manapun yang menganjurkan para perokok konvensional di
negaranya agar seceptanya beralih ke e-ciggarette agar mengurangi resiko
dari merokok, namun fakta yang ada sekarang sangatlah banyak perokok konvensional
yang beralih ke rokok elektrik karena semua orang yang beralih dari rokok
konvensional ke personal vaporizer beranggapan vape memiliki resiko
mendapatkan penyakit yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional
yang ada pada umumnya (Zenal, 2013)
C.
Perkembangan
rokok elektrik di Indonesia
Popularitas
rokok elektronik saat ini memang sedang melejit, hal ini ditunjang dengan
ketersediaan variasi teknologi perangkat, model, ukuran, warna, kapasitas
baterai dan lainlain. WHO menyebutkan pada tahun 2014 saja sudah beredar 466
variasi merek dengan menghabiskan aset dana yang fantastis sebesar US$ 3
miliar. Tren ini nampaknya juga telah merambah ke Indonesia, peminat rokok
elektronik semakin banyak. Ini terindikasi dengan menjamurnya seller produk
ini, rokok elektronik dapat dengan mudah ditemukan dan dijual bebas terutama
melalui penjualan online. Berdasarkan pantauan terhadap 6 situs toko online
terkemuka didapatkan rokok elektronik tersedia dengan berbagai variasi
desain dan rasa. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai termurah ratusan
ribu hingga lima jutaan. Selain menggunakan toko online, rokok
elektronik juga marak dipasarkan melalui media social seperti facebook, twitter,
youtube. Juga di kedai vaping, toko-toko elektronik atau ditawarkan
pada kegiatan tertentu seperti Car Free Day yang rata-rata
peminatnya adalah kalangan muda.
D.
Zat
yang terkandung dalam rokok elektrik
Rokok elektrik
memiliki kandungan toksin dalam jumlah banyak yang sebetulnya isi
keseluruhan dari rokok ini adalah zat nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin,
propilen glikol, gliseren, air dan
flavoring (perisa) yang
apabila dipanaskan akan menghasilkan nitrotisme. Larutan nitrotisme ini
nantinya akan menjadi penyebab munculnya penyakit kanker. (Pramono, 2010)
1.
Nikotin
Nikiotin
adalah zat yang sangat adiktif yang dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan
denyut jantung dan tekanan darah. Selain itu, nikotin terbukti memiliki efek
buruk pada proses reproduksi, berat badan janin dan perkembangan otak anak. Efek
kronis yang berhubungan dengan paparan nikotin antara lain gangguan pada
pembuluh darah, seperti penyempitan atau pengentalan darah. Kandungan kadar
nikotin dalam likuid rokok elektronik bervariasi dari kadar rendah hingga kadar
tinggi. Namun seringkali kadar nikotin yang tertera di label tidak sesuai dan
berbeda signifikan dari kadar yang diukur sebenarnya. Beberapa studi di dunia
telah membuktikan inkonsistensi kadar nikotin tersebut. Demikian pula, hasil
pengujian laboratorium oleh Badan POM terhadap 7 (tujuh) merek likuid rokok elektronik
yang dijual melalui kedai rokok dan secara online, ditemukan 4 (empat)
merek diantaranya menunjukkan hasil kadar nikotin positif yang berbeda dengan
yang tertera di label dengan simpangan deviasi sebesar 12,8% - 19,8%. Tentu
saja, nikotin apabila digunakan secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama
dan gradual akan terakumulasi dalam tubuh sehingga tidak dapat ditoleransi oleh
tubuh dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius (info POM, 2015).
2. Propilen glikol
Propilen
glikol adalah zat dalam kepulan asap buatan yangbiasanya dibuat dengan “fog
machine” di acara-acara panggung teatrikal, atau juga digunakan sebagai antifrezee,
pelarut obat dan pengawet makanan. Zat ini jika dihirup menyebabkan iritasi
pernapasan, dan secara kronis menyebabkan asma, mengi (wheezing), sesak
dada, penurunan fungsi paru-paru, dan obstruksi jalan pernapasan. Beberapa zat
berbahaya lainnya yang ditemukan antara lain:
Ø Tobacco-specific nitrosamines (TSNAs).
Ø Diethylene glycol (DEG).
Ø Logam:
partikel timah, perak, nikel, aluminium dan kromiumdi dalam uap rokok
elektronik
dengan ukuran sangat kecil (nano-partikel) sehingga dapat masuk jauh ke dalam
saluran napas di paru.
Ø Karbonil:
karsinogen potensial antara lain formaldehida, asetaldehida dan akrolein. Juga
senyawa organik volatil (VOCs) seperti toluena dan p,m-xylene.
Ø Zat lainnya: kumarin, tadalafil, rimonabant,
serat silika (info POM, 2015)
3.
Gliserin
Gliserin
adalah cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna. Zat ini sering digunakan
pada perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis yang dianggap tidak beracun ini
sering pula dipakai oleh industri makanan. Gliserin berfungsi sebagai pengantar
rasa dan nikotin dalam penggunaan rokok elektronik. Hingga kini status keamanan
rokok elektrik terutama yang dampak jangka panjangnya masih diperbincangkan
karena klaim dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Beberapa penelitian
menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi
paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung (Shibuya,
Yuri, 2015).
4. Perasa
Goniewicz menjelaskan, ada ratusan rasa pada cairan rokok elektik, seperti ceri, cheese cake, kayu manis, dan tembakau. Banyak zat perasa ini yang juga digunakan pada makanan. Sulit untuk mendata semua bahan kimia perasa, namun salah satunya bernama 'Diacetyl', umum digunakan untuk menambah rasa pada popcorn. Zat tersebut dikaitkan dengan penyakit paru-paru yang mematikan jika dihirup. Zat kimia lainnya yang menambah rasa seperti Butter (mentega) juga berbahaya (Shibuya, Yuri, 2015).
Goniewicz menjelaskan, ada ratusan rasa pada cairan rokok elektik, seperti ceri, cheese cake, kayu manis, dan tembakau. Banyak zat perasa ini yang juga digunakan pada makanan. Sulit untuk mendata semua bahan kimia perasa, namun salah satunya bernama 'Diacetyl', umum digunakan untuk menambah rasa pada popcorn. Zat tersebut dikaitkan dengan penyakit paru-paru yang mematikan jika dihirup. Zat kimia lainnya yang menambah rasa seperti Butter (mentega) juga berbahaya (Shibuya, Yuri, 2015).
Menurut dr.
Mukhtar Ihksan pada acara reportase siang di Trans 7 (2010) bahwa rokok elektrik
tidak memiliki 4000 bahan kimia yang ada dalam rokok tembakau, namun
rokok elektrik masih mengandung satu zat yaitu nikotin plus plefer yang
ditambahkan dalam rokok tersebut. Bahaya nikotin masih ada pada rokok tersebut
karena nikotin dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah, keluhan berdebar
dan peningkatan tekanan darah.
Rokok ini
memiliki kandungan nikotin sebesar 6 mg. Kandungan tersebut merupakan kandungan
tertinggi dalam satu refill. konsumsi 1 pc cartridge sekitar 150 hisapan, atau
setara dengan 10 batang rokok tembakau. Terdapat beberapa rasa yang terkandung
didalamnya seperti Marlboro, Sampoerna Mild, Gudang Garam, Jarum, DjiSamSoe,
Cofee, Chocolate, Virginia, Camel. Lemon, Nanas, Apel, Anggur, Pisang,
Strawberry, Tobbaco, Vanilla, Rose, Cherry, Peach, Clove Mint, Orange.
E.
Prinsip
Kerja Rokok Elektrik
Prinsip kerja
rokok elekrik tentu saja akan menjadi pertanyaan dari beberapa anda. Bagaimana
tidak, sebagaimana yang telah anda ketahui, lihat dan perhatikan adalah rokok
ini tidak membutuhkan korek untuk menyalakannya ketika anda ingin merokok.
Sungguh hal diluar pikiran anda bukan, karena sebagaimana banyaknya dari
berbagai jenis dari produk tembakau ini pastilah membutuhkan yang namanya api untuk
menyalakannya. Ini adalah merupakan jenis yang sangat baru sekali beredar di
pasaran dimana dengan adanya produk ini maka akan mengurangi yang namanya asap
dan juga mengurangi akan dampak - dampak yang diberikan dari kebanyakan rokok -
rokok yang biasanya. Dan untuk anda ketahui, produk keluaran terbaru ini
hanyalah memiliki kandungan propylene glycol dan juga nikotin.
Sebagai masukan
untuk pengetahuan anda anda mengenai dari prinsip kerja rokok elektrik. Yaitu
yang pertama adalah seperti hal nya barang - barang elekronik lainnya, produk
ini membutuhkan baterai yang dapat diisi ulang dan tentu saja dengan ukuran
dari baterai yang cukup kecil atau mini sekali mengikuti dari ukuran bentuk
dari punting produk ini. Yang kedua adalah memiliki tempat untuk menaruh atau
menyimpan dari propylene glycol dan juga air yang disebut dengan cartridge.
Bagi yang memiliki kebiasaan untuk merokok maka salah satu dari produk ini bisa
pula dapat anda coba dan rasakan apa saja perbandingannya.
F.
Dampak
Rokok Elektrik
1.
Menimbulkan
masalah adiksi. Hal ini karena kandungan nikotin pada bahan likuid dapat
menimbulkan rasa ketagihan, selanjutnya peningkatan kadar plasma nikotin pada
pengguna rokok elektronik akan menyebabkan peningkatan adrenalin dan tekanan
darah, serta juga meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi
yang dapat mengganggukesehatan. Efek akut lain berupa penurunan kadar nitrit
oksida udara ekshalasi dan peningkatan tahanan jalan napas, yang semua
berakibat buruk bagi kesehatan. Di Amerika Serikat, The American Association
of Poison Control Centers (AAPCC) melaporkan terjadinya peningkatan
keracunan akut akibat nikotin rokok elektronik hingga mencapai jumlah 3784
laporan di tahun 2014, meningkat lebih dari 14 kali lipat dari tahun 2011.
2.
Dapat disalahgunakan dengan memasukkan bahan
berbahaya ilegal seperti mariyuana, heroin dan lain-lain. Hal ini karena
pengguna dapat melakukan modifikasi alat sehingga ada peluang dimasukkannya
bahan berbahaya tersebut.
3.
Bahan perisa (flavouring
) yang digunakan dapat membahayakan kesehatan. Studi menunjukkan bahwa bahan
perisa mungkin saja aman kalau dimakan, tapi tidak aman kalau dihisap ke paru.
Ada dua hal sehubungan bahan perisa ini. Pertama, bahan perisa sangat kid
friendly sehingga menarik buat anakanak dan remaja. Saat ini teridentifikasi
lebih dari 8000 variasi jenis rasa bahan perisa. Kedua, untuk rokok elektronik
nonnikotin, bahan perisa digunakan sebagai unsur yang dominan sebagai pengganti
nikotin, perilaku sengaja memasukkan bahan perisa ke dalam paru tentu bukan hal
yang baik bagi kesehatan karena paru kita seharusnya menghisap oksigen dari
udara segar.
4.
Risiko
bertambahnya perokok pemula. Studi menunjukkan bahwa seorang yang belum pernah
merokok akan mulai mencoba rokok konvensional jika sebelumnya pernah menghisap
rokok elektronik dengan atau tanpa nikotin. Hal ini karena produk tanpa nikotin
juga dapat dianggap sebagai langkah awal bagi pemula, lalu kemudian dapat saja
dimasukkan nikotin dan lama-lama kadar nikotinnya dinaikkan. Jadi, seperti sengaja
“dilatih” untuk jadi perokok. Data penggunaan rokok elektronik di beberapa
negara terus mengalami peningkatan signifikan beberapa tahun terakhir, terutama
pada usia remaja dan pelajar/mahasiswa. Contohnya di Amerika Serikat, penggunanya
bertambah tiga kali lipat hanya dalam rentang setahun yaitu antara tahun 2013
dan 2014, dari 4,5 persen menjadi 13,4 persen, atau diperkirakan mencapai dua
juta siswa SMA dan 450.000 siswa SMP telah menjadi pengguna.
5.
Risiko
bertambahnya perokok ganda (dual user) yaitu pengguna yang menggunakan
rokok konvensional dan rokok elektronik secara bersamaan.
6.
Mantan perokok
kembali merokok karena adanya klaim aman produk rokok elektronik.
7.
Me-renormalisasi
perilaku merokok, maksudnya bahwa rokok elektronik dapat meningkatkan daya
tarik terhadap merokok konvesional, karena berdasarkan format dan desain dapat
dianggap produk rokok elektronik adalah produk imitasi dari rokok konvensional,
sehingga pada akhirnya perilaku merokok konvensional dianggap perilaku yang
tidak negatif dan biasa-biasa saja. Dengan demikian penggunaan rokok elektronik
dapat meningkatkan penerimaan sosial dari perilaku merokok.
8.
Rokok Elektronik dapat mengganggu kebijakan
KTR (Kawasan Tanpa Rokok), yang di tingkat global diistilahkan dengan Smoke-Free
Areas.(info POM, 2015)
Gambar 2. Potensi Manfaat dan Kerugian dalam
Perspektif Kesehatan
G.
Makanan
dan Minuman Penghenti Kecanduan Rokok
1. Oat
Oat
itu sudah dikenal mampu mengurangi ketagihan nikotin. Jadi, gabungkan oat ke
dalam diet rutin anda. Untuk efek maksium, ambil satu sendok makan ground oat
(bukan oatmeal) lalu tambahkan pada 2 mangkuk air rebus dan diamkan selama satu
malam.
Kesesokan
harinya, minum sebagian dari campuran tersebut beberapa jam setelah makan.
Jangan mengkonsumsinya setelah jam 8 malam. Ini adalah salah satu ramuan paling
efektif untuk berhenti merokok. Dan ada bukti ilmiah dari sistem pengobatan
India yang selama bertahun-tahun, telah menggunakan oat bran dan oatmeal untuk
memerangi ketergantungan terhadap opium.
Baru-baru
ini, para peneliti di Glasgow, Skotlandia, menemukan bahwa para perokok yang
diberi suatu ekstrak dari oat segar itu lebih cenderung untuk mengalami
penurunan dalam ketagihan merokok dibanding perokok yang diberi
suatu placebo. Penemuan ini diperkuat lagi oleh penelitian lain yang
baru-baru ini dilakukan di Jepang. Dalam studi di Jepang ini, para peneliti
menemukan bahwa para perokok yang diberi suatu tambahan ekstrak herbal oat
setiap hari, mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap dalam satu hari sebanyak
hampir 50 persen.
2. Jeruk
Tanamkan
kebiasaan untuk makan sebutir jeruk setiap kali rasa ketagihan menyerang anda.
Bisa mendapatkan jeruk dengan mudah itu adalah salah satu cara yang paling
efektif dalam menangkal dorongan untuk merokok. Ketagihan nicotin biasanya akan
berlangsung selama 3 sampai 5 menit.
Mengkonsumsi
jeruk bisa menjauhkan pikiran anda dari dorongan keinginan untuk menyalakan
sebatang rokok. Entah dimakan dalam keadaan mentah atau dalam bentuk jus, jeruk
memegang suatu peranan penting dalam proses penghentian kebiasaan merokok.
Aromanya
bisa mengalihkan pikiran anda dari keinginan untuk merokok. Saat dikonsumsi
dalam bentuk jus, jeruk juga bertindak sebagai suatu pembersih.
Menggabungkan
konsumsi jeruk ke dalam sebuah pengaturan pola makan yang lebih luar itu akan
membantu anda untuk berhenti merokok, tapi periksa dulu tingkat kesegaran dari
jeruk tersebut sebelum dikonsumsi. Dan ada bukti ilmiah mengenai hal ini.
Sekelompok peneliti di Inggris melakukan percobaan dengan para perokok dan
jeruk. Hasilnya sungguh mengejutkan. Setelah 21 hari, para perokok yang
mengkonsumsi jeruk jumlah rokok yang mereka hisap menurun sebanyak 79 persen,
dan 20 persen dari mereka benar-benar berhenti merokok. Hasil-hasil ini
menimbulkan satu pertanyaan: apakah dengan memakan buah-buahan citrus itu akan
memberikan efek yang sama? Sebagian dari mantan perokok bahkan mengatakan bahwa
dengan meminum suatu campuran dari jus jeruk dan cream tartat (satu setengah
sendok teh) bisa segera menghilangkan nicotin dari dalam tubuh anda, sehingga
menghilangkan keinginan untuk merokok. Mereka mengatakan bahwa saat terbaik
untuk meminum campuran ini adalah ketika hendak tidur. Selain jeruk, buah dan
sayuran telah terbukti mampu membantu menghentikan kebiasaan merokok.
3. Bayam,
Nasi Coklat, Pasta
Dalam
studi lain yang mengamati apakah makanan tertentu bisa memerangi kecanduan,
David Daughton, Ph.D., seorang spesialis pulmonary di University of Nebraska
Medical Center, menemukan bahwa makanan yang tinggi dalam sifat-sifat alkaline
itu menahan nikotin agar tetap bersirkulasi dalam darah, sehingga
mempertahankan suatu level kecanduan yang tinggi. Ini sangat mengurangi
kebutuhan untuk mengkonsumsi lebih banyak lagi. Makanan-makanan yang tinggi
dalam alkaline misalnya bit, dandelion, kismis, buah ara, bayam, millet,
quinoa, roti-roti dan pasta whole-grain, nasi coklat, almond dan sayuran
starchy misalnya kentang, squash dan jagung.
4. Tomat
Aroma
tomat membantu mengurangi daya tarik rokok. Menggunakan jus tomat juga
memberikan anda efek yang sama seperti merokok, tapi tanpa unsur-unsur yang
berbahaya. Itu mungkin karena fakta bahwa tanaman tomat dan tembakau itu
berasal dari keluarga yang sama (solanaceae, yang umumnya dikenal sebagai
keluarga nightshade). Tomat juga suatu sumber yang sangat bagus untuk
lycopenes. Lycopenes itu adalah gizi-gizi di dalam keluarga carotenoid yang
konon bisa mencegah kanker paru-paru. Perlindungan terhadap kanker yang
diberikan lycopenes adalah karena sifat-sifat antioxidant yang dimilikinya. Lycopenes
itu lebih banyak terdapat di dalam tomat yang sudah diproses dibanding tomat
mentah. Saus tomat, jus tomat dan kecap tomat adalah sumber-sumber yang bagus.
Cobalah untuk menggabungkan lebih banyak lagi makanan-makanan yang kaya akan
lycopenes ini ke dalam diet anda.
5. Pisang
Pisang
adalah camilan sehat, murah dan enak yang dinikmati banyak orang di seluruh
dunia. Selain dapat mengenyangkan karena mengandung karbohidrat, pisang juga
memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya membantu orang berhenti
merokok.Kandungan vitamin B dan mineral lainnya dapat membantu perokok yang
ingin menghentikan kebiasaannya dengan cara mengurangi tingkat stres akibat
gejala putus nikotin, seperti dilansir Asiaone, Senin (5/11/2012).Pada
saat yang sama, nutrisi yang terkandung dalam pisang juga dapat membantu gejala
putus nikotin secara fisik dan psikologis.Pisang mengandung tryptophan yang
dapat meningkatkan suasana hati (mood) positif dan membuat Anda merasa lebih
bahagia. Secara tidak langsung, kandungan pisang ini akan membantu Anda
melupakan rokok.
6. Susu
dan produk susu lainnya
Banyak
perokok mengatakan, setelah minum segelas susu, merokok tidak membawa rasa dan
kepuasan yang diharapkan. Susu membuat rasa rokok menjadi sangat pahit dan
tidak menyenangkan. Cara ini dapat membantu mengurangi ketagihan dan membantu
menyingkirkan kecanduan nikotin. Dukes University mengungkapkan bahwa perokok
yang minum segelas susu sebelum merokok tidak akan menyukai rasa rokoknya.
Perokok akan mengeluh karena rasa rokok tiba-tiba
menjadi pahit.Anda juga bisa mencelupkan rokok ke dalam susu dan
biarkan mengering. Ini akan membuat rasa rokok menjadi tidak enak di mulut.
7. Seledri
Seledri
bisa memengaruhi rasa rokok. Bahkan, ilmuwan menilai, banyak mengonsumsi jenis
makanan tersebut dapat mengurangi ketergantungan nikotin (asalkan tidak
mengonsumsi alkohol). Ini juga sekaligus menjawab mengapa mengudap batang
seledri dapat membantu mengurangi keinginan ngemil. Namun, Anda tidak perlu
khawatir jika tidak suka seledri karena seledri bisa digantikan
dengan wortel.Namunperlu diingat, makan banyak sayuran manis tidak terlalu
baik karena jumlah glukosa yang berlebihan akan mengaktifkan area otak yang
bertanggung jawab terkait kesenangan dan kepuasan.
8. Mentimun
Setiap
perokok akan sangat tergantung kepada rokok setiap kali selesai makan nasi.
Untuk menghindari rasa ketergantungan tersebut, cobalah untuk memakan buah
timun setelah selesai makan. Dengan memakan timun, mulut terasa bersih dari
sisa-sisa makanan yang berlemak, pedas, dan asin. Buah Mentimun yang kita makan
akan membersihkan daerah sekitar mulut kita dari rasa yang sebelumnya kita
nikmati. Dan biasanya, setelah rasa tawar di mulut maka keinginan untuk merokok
itu sedikit demi sedikit akan berkurang
.
9. Garam
Setiap
kali Anda berkeinginan untuk merokok, Anda harus makan sesuatu yang asin atau
menjilat sedikit garam dengan ujung lidah. Ini dapat membunuh dorongan Anda
untuk merokok.
10. Ginseng
Ginseng
telah terbukti untuk mencegah pelepasan nikotin yang diinduksi dari dopamin
neurotransmitter. Seharusnya tidak digunakan sehari-hari tetapi dapat digunakan
3-4 kali sebulan.
11. Terong
Terong
meninggalkan rasa pahit jika dimakan sebelum merokok. Beberapa ahli menyatakan
bahwa makan banyak sayuran ini dapat mengurangi intensitas ketergantungan
nikotin. Jadi dapat membantu untuk berhenti merokok.
12. Air
Kelapa Tua
Isi
toples kaca dengan air kelapa yang matang/tua. Embunkan semalaman. Keesokan
harinya tuang ke dalam gelas, campurkan garam sedikit dan aduk merata. Lakukan
setiap pagi. Insya Allah dalam beberapa hari kecanduan rokok akan berkurang dan
berhenti. (Dedi, Tedi, dkk).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
penjelasan diatas dapat dijelaskan bahwa
1.
Rokok elektrik memiliki kandungan toksin
dalam jumlah banyak yang sebetulnya isi keseluruhan dari rokok ini adalah zat
nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin, propilen glikol, gliseren, air dan flavoring (perisa) yang
apabila dipanaskan akan menghasilkan nitrotisme. Larutan nitrotisme ini
nantinya akan menjadi penyebab munculnya penyakit kanker.
2. Electronic
cigarette memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok tembakau.
3. Masih
perlu data-data penelitian lebih lanjut tentang dampak e-cigarette pada
kesehatan dalam penggunaan jangka panjang.
4. Electronic cigarette memiliki kadar nikotin yang lebih rendah dari rokok tembakau dan
tidak memiliki campuran kimia yang berbahaya seperti tar atau zat toksik lain
akibat pembakaran tembakau.
B.
Saran
Seharusnya
perokok aktif lebih bisa menyesuaikan tempat untuk merokok. Karena asap rokok
dapat mengganggu kenyamanan orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah,
R. M. (2009). Faktor-faktor yang
mempengaruhi kebiasaan merokok dan
hubungannya
dengan status penyakit periodontal remaja. Tesis. Tidak
dipublikasikan.
Medan:
Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Sekolah Pasca
Sarjana USU.
Dedi,
Tedi, dkk. 2013. Makanan dan Minuman
untuk Menghentikan Kecanduan Merokok.
Diakses
di https://klinikpengobatanalami.wordpress.com. Tanggal 14 Desember 2016 pukul
10:00 WIB
Hasanah,
A. U. 2011. Hubungan antara dukungan
orang tua, teman sebaya, dan iklan rokok
dengan
perilaku merokok pada siswa laki-laki. Tidak dipublikasikan.
Surakarta:
StikesAisyiyah.
Info,POM.
2015. Bahaya Rokok Elektrik. Volume 16,
No 5. Diakses di
Jufri,
S. 2012. Pigmentasi mukosa bibir pada
perokok dan penyebabnya. Skripsi. Tidak
dipublikasikan. Makassar: Unhas.
Marie.
2014 . Smoking prevalence and cigarette
consumption in 187 countries,
1980-2012.
JAMA.
Pramono,
2010. Zat yang Terkandung dalam Rokok
Elektrik.
Riskesdas.
2013. Hasil riset kesehatan dasar. Riset Kesehatan Dasar, 5.
Shibuya,
Yuri. 2015. Rokok Elektrik. Diakses
di http://yurishibuya27.blogspot.co.id. Pada
tanggal 09 Desember 2016 Pukul 09:00 WIB
Wulandari,
C. I. (2012). Pengalaman menghentikan
kebiasaan merokok pada mantan perokok.
Jurnal Nursing Studies, 36-42
Yani,
2010. Definisi Rokok Elektrik. Tira
Aksara : Jakarta
Zenal. 2013. Sejarah Rokok Elektrik. Diakses
di http://www.ududdulu.com. Pada tanggal 10
Desember Pukul 20.00 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar