Sabtu, 03 Juni 2017

Rokok Elektrik

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Rokok merupakan masalah kesehatan dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah perokok di dunia sebanyak 2,5 milyar orang dengan dua pertiganya berada di negara  berkembang. Paling sedikit satu dari empat orang dewasa adalah perokok di negara berkembang. Prevalens perokok lebih tinggi di negara dengan pendapatan perkapita yang rendah dan terbanyak pada kelompok penduduk dewasa muda dengan perbandingan 27% laki-laki dan 21% perempuan. Prevalens perokok di Amerika Serikat sebesar 26% laki-laki dan 21% perempuan sedangkan di Inggris sekitar 27% laki-laki dan 25% perempuan (info POM, 2015)
Tiap tahunnya jumlah perokok semakin meningkat. Jumlah perokok di seluruh dunia meningkat menjadi hampir 1 miliar orang dan sejumlah negara termasuk Indonesia dan Rusia lebih dari separuh jumlah penduduk laki-laki merokok setiap hari. Peningkatan jumlah perokok terjadi karena adanya peningkatan jumlah penduduk yang meningkat 2 kali lipat selama 50 tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru ini, jumlah perokok di seluruh dunia meningkat hampir 250 juta orang (Marie, 2014).
Rata-rata batang rokok yang di hisap per hari penduduk Indonesia umur ≥10 tahun adalah 12,3 batang (setara satu bungkus). Proporsi terbanyak perokok aktif setiap hari pada umur 30-34 tahun sebesar 33,4%, pada laki-laki lebih banyak di bandingkan perokok perempuan (47,5% banding 1,1%) (Riskesdas, 2013).
Merokok menjadi masalah yang belum dapat diselesaikan hingga saat ini. Berbagai dampak dan bahaya merokok sebenarnya sudah dipublikasikan kepada masyarakat, namun kebiasaan merokok masyarakat masih sulit untuk dihentikan. Bahaya merokok bukan saja pada perokok tetapi juga berdampak pada orang-orang disekelilingnya (perokok pasif) (Hasanah,2011).
Perokok yang sangat banyak membuat tembakau menjadi produk bernilai tinggi, sehingga bagi beberapa negara termasuk Indonesia berperan dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai salah satu sumber devisa, sumber penerimaan pemerintah dan pajak (cukai), sumber pendapatan petani dan lapangan kerja masyarakat (usaha tani dan pengolahan rokok). Oleh sebab itu, bisnis rokok terus berkembang dari waktu ke waktu dikarenakan keuntungan yang besar ini (Rachmat & Nuryanti, 2009).
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang merokok yaitu, zat nikotin yang membuat seseorang ketagihan, faktor teman, dan faktor psikologis yang merasa lebih fokus dalam mengerjakan hal atau suka memainkan asap (Alamsyah, 2009).
Berdasarkan faktor-faktor tersebut diketahui bahwa berhenti merokok bukan hal yang mudah. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam usaha berhenti merokok, seperti berkomitmen, menggantikan rokok dengan permen, mengalihkan rokok dengan beraktivitas dan menghindari rokok (Wulandari, 2012).
Saat ini, menggunakan vaporizer merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan sebagai pengganti rokok, karena rokok ini tidak mengandung tardan karbonmonoksida yang terkandung di rokok tembakau, tetapi tetap mengandung senyawa nikotin yang dapat diturunkan dosisnya hingga dosis 0 miligram (Garner,2014).
Salah satu jenis rokok yang tengah menjadi fenomena baru di tengah masyarakat Indonesia adalah rokok elektronik. Sebagai perangkat baru, kehadiran rokok elektronik tentu saja memancing rasa penasaran dan rasa ingin tahu lebih jauh. Banyak kalangan muda dan bahkan anak-anak yang mencoba-coba menggunakan rokok jenis ini. Begitu juga di kalangan perokok, banyak yang mencoba beralih ke rokok elektronik karena dianggap lebih aman dan lebih stylish tanpa mengurangi sensasi merokok seperti rokok konvensional. Beberapa pihak menganggap rokok elektronik merupakan inovasi kesehatan untuk membantu mengurangi ketergantungan dan sebagai alat berhenti merokok (Info POM,2015)
 Lalu apakah rokok elektronik itu? Bagaimana peredarannya? Apa saja kandungannya? Amankah digunakan? Benarkah sebagai alat bantu berhenti merokok? Serta, bagaimana dampak kesehatan bagi pengguna?
A.    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan  rokok elektrik?
2.      Kapan rokok elektrik mulai dikenal oleh masyarakat?
3.      Bagaimana perkembangan rokok elektrik di Indonesia?
4.      Zat kimia apa saja yang terkandung pada rokok elektrik?
5.      Apa dampak rokok elektrik bagi kesehatan?
6.      Bagaimana cara kerja rokok elektrik?
7.      Makanan apa saja yang dapat menetralisir asap rokok dalam tubuh?
B.     Tujuan Penelitian
1.      Menjelaskan definisi dari rokok elektrik.
2.      Menjelaskan sejarah perkembangan rokok elektrik.
3.      Menjelaskan perkembangan rokok elektrik di Indonesia.
4.      Menjelaskan zat kimia yang terkandungdalam rokok elektrik.
5.      Menjelaskan dampak rokok elektrik bagi kesehatan.
6.      Menjelaskan cara kerja rokok elektrik
7.      Menjelaskan bahan makanan yang dapat menetralisir asap rokok dalam tubuh.



BAB II
ISI
A.    Definisi Rokok Elektrik
 Rokok elektrik adalah rokok yang beroperasi menggunakan tenaga baterai. Namun tidak membakar tembakau seperti produk rokok biasa. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai (Yani, 2010).
Rokok elektrik menggunakan kepingan pintar/cerdas dan sensor aerodinamis untuk mengendalikan asap yang dihasilkan dan terdapat cairan berberat jenis rendah yang digunakan untuk memproduksi uap dan aroma melalui transmisi penyalur super mikro yang berbentuk saluran kecil berongga (Yani, 2010).


Gambar 1 rokok elektrik

Rokok ini memiliki 2 macam produk yaitu :
1. Tipe black, kelengkapannya 1 baterai, 1 atomizer, 3 charger dan 10 refill.
Gambar 2 Tipe black (sumber: www.toko nabil.com)


2. Tipe exclusive box, kelengkapannya adalah 1 baterai, 1 atomizer, 2 charger dan 10 refill.
.
Gambar 3 Tipe exclusive box (sumber: www.toko nabil.com)

Rokok elektronik diakui sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat dari pada rokok tembakau karena bisa diisi ulang. (Yani, 2010)
B.     Sejarah Rokok Elektrik
Sejak 1963 rokok elektronik sudah ada, ditemukan pertama kali oleh Herbert A Gilbert. Namun sosok yang pertama kali memproduksinya secara modern adalah Hon Lik, warga berkebangsaan Tiongkok tahun 2003 sehingga ia lebih dikenal sebagai sosok yang mengawali kehadiran rokok elektronik, selanjutnya dipatenkan tahun 2004 dan mulai menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2006-2007 dengan berbagai merek. Seperangkat rokok elektronik merupakan alat yang berfungsi mengubah zat-zat kimia menjadi bentuk uap dan mengalirkannya ke paru dengan menggunakan tenaga listrik. WHO mengistilahkannya sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) karena menghasilkan nikotin dalam bentuk uap yang kemudian dihirup oleh pengguna (Zenal, 2013).
 Banyak yang mengira bahwa yang mematenkan pertama kali rokok elektrik adalah Herbert Gilbert pada tahun 1963 memang iya benar namun penemuan tersebut tidak menghasilkan vapor yang sekarang sedang menjadi trend, namun pada tahun 2003 Hon Lik lah yang menemukan dan mematenkan e-cigarrete yang menjadi awal mula munculnya vapor. Cerita Hon Lik menemukan e-ciggarette bisa di bilang unik karena ia menumukaan inspirasi membuat e ciggarrete dari mimpinya pada tahun 2000. Hon Lik adalah seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan. Dia sering batuk batuk dan bersin sehingga ia kesulitan untuk tidur. Saat dia bisa tertidur dia bermimpi bahwa dia tenggalam dan mati, namun tiba tiba air laut itu menguap dan di tiba tiba terbaring di sebuah pulau yang indah dan penuh kabut yang berwarna warni. Dan dari mimpi itulah dia menemukan inspirasinya lalu siang dan malam pun dia gunakan untuk bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya membuat rokok elektrik pengganti rokok konvensional, dan akhirnya dia pun menemukan sebuah perangkat yang bisa merubah cairan nikotin menjadi uap/kabut atau yang biasa kita kenal sekarang dengan nama e ciggarette, dan yang paling hebat dari penemuanya ini adalah alat ini memilliki sensasi yang sama dengan rokok konvensional biasa namun tidak memeliki kandungan seperti tar dan zat karsinogen yang menyebabkan kanker yang biasanya ada pada semua macam rokok konvensional. Hon Lik memberikan penemuan e ciggarettenya ini pertama kali kepada ayahnya, ayahnya adalah perokok berat dan mengidap penyakit kanker paru-paru akibat rokok konvensional, ayahnya pun senang dan menggatakan dengan penemuanya ini kelak di masa mendatang akan sedikit anak anak yang akan melihat ayahnya sekarat terkena penyakit kanker paru paru akibat rokok konvensional biasa. Rokok tembakau atau rokok konvensional biasa dapat membunuh satu orang setiap enam detik (Zenal, 2013)
Dengan penemuan Hon Lik ini kita akhirnya bisa mendapatkan alternatife menikmati sensasi merokok yang benar benar menyenangkan. Perkembangan personal vaporizer ini bisa dikatakan sangat cepat, sejak awal pembuatan tahun 2003 di Bangkok, Tiongkok lalu diperkenalkan di Amerika pada tahun 2007, salah satu pabrik di tiongkok yang didirikan pada tahun 2009 telah mendapaktan omset lebih dari 1,5 milyar dolar per tahun, dan mungkin beberapa tahun ke depan penjualan e ciggarette ini akan melampaui penjualan dari rokok konvensional. Di Indonesia sendiri rokok elektrik baru masuk pada tahun 2010 itu pun belum mendapat sertifikat legal dari badan POM, namun walaupun belu mendapatkan sertifikat atau ijin yang resmi e ciggarete ini dapat dengan mudah kita
dapatkan di Indonesia dengan membelinya secara online. Hingga sekarang sangat banyak perokok yang ingin berhenti ataupun ingin menikmati sensasi merokok dengan resiko mendapatkan penyakit dari rokok yang rendah beralih dari rokok konvensional ke personal vaporizer ini. Memang belum ada yang mengeluarkan kepastian manfaat ataupun resiko dari e-ciggarete ini, dan juga  belum ada rekomendasi dari badan POM Negara manapun yang menganjurkan para perokok konvensional di negaranya agar seceptanya beralih ke e-ciggarette agar mengurangi resiko dari merokok, namun fakta yang ada sekarang sangatlah banyak perokok konvensional yang beralih ke rokok elektrik karena semua orang yang beralih dari rokok konvensional ke personal vaporizer beranggapan vape memiliki resiko mendapatkan penyakit yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional yang ada pada umumnya (Zenal, 2013)
C.    Perkembangan rokok elektrik di Indonesia
Popularitas rokok elektronik saat ini memang sedang melejit, hal ini ditunjang dengan ketersediaan variasi teknologi perangkat, model, ukuran, warna, kapasitas baterai dan lainlain. WHO menyebutkan pada tahun 2014 saja sudah beredar 466 variasi merek dengan menghabiskan aset dana yang fantastis sebesar US$ 3 miliar. Tren ini nampaknya juga telah merambah ke Indonesia, peminat rokok elektronik semakin banyak. Ini terindikasi dengan menjamurnya seller produk ini, rokok elektronik dapat dengan mudah ditemukan dan dijual bebas terutama melalui penjualan online. Berdasarkan pantauan terhadap 6 situs toko online terkemuka didapatkan rokok elektronik tersedia dengan berbagai variasi desain dan rasa. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai termurah ratusan ribu hingga lima jutaan. Selain menggunakan toko online, rokok elektronik juga marak dipasarkan melalui media social seperti facebook, twitter, youtube. Juga di kedai vaping, toko-toko elektronik atau ditawarkan pada kegiatan tertentu seperti Car Free Day yang rata-rata peminatnya adalah kalangan muda.
D.    Zat yang terkandung dalam rokok elektrik
Rokok elektrik memiliki kandungan toksin dalam jumlah banyak yang sebetulnya isi keseluruhan dari rokok ini adalah zat nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin, propilen glikol, gliseren, air dan  flavoring (perisa) yang apabila dipanaskan akan menghasilkan nitrotisme. Larutan nitrotisme ini nantinya akan menjadi penyebab munculnya penyakit kanker. (Pramono, 2010)
1.      Nikotin
Nikiotin adalah zat yang sangat adiktif yang dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Selain itu, nikotin terbukti memiliki efek buruk pada proses reproduksi, berat badan janin dan perkembangan otak anak. Efek kronis yang berhubungan dengan paparan nikotin antara lain gangguan pada pembuluh darah, seperti penyempitan atau pengentalan darah. Kandungan kadar nikotin dalam likuid rokok elektronik bervariasi dari kadar rendah hingga kadar tinggi. Namun seringkali kadar nikotin yang tertera di label tidak sesuai dan berbeda signifikan dari kadar yang diukur sebenarnya. Beberapa studi di dunia telah membuktikan inkonsistensi kadar nikotin tersebut. Demikian pula, hasil pengujian laboratorium oleh Badan POM terhadap 7 (tujuh) merek likuid rokok elektronik yang dijual melalui kedai rokok dan secara online, ditemukan 4 (empat) merek diantaranya menunjukkan hasil kadar nikotin positif yang berbeda dengan yang tertera di label dengan simpangan deviasi sebesar 12,8% - 19,8%. Tentu saja, nikotin apabila digunakan secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama dan gradual akan terakumulasi dalam tubuh sehingga tidak dapat ditoleransi oleh tubuh dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius (info POM, 2015).
2.      Propilen glikol
Propilen glikol adalah zat dalam kepulan asap buatan yangbiasanya dibuat dengan “fog machine” di acara-acara panggung teatrikal, atau juga digunakan sebagai antifrezee, pelarut obat dan pengawet makanan. Zat ini jika dihirup menyebabkan iritasi pernapasan, dan secara kronis menyebabkan asma, mengi (wheezing), sesak dada, penurunan fungsi paru-paru, dan obstruksi jalan pernapasan. Beberapa zat berbahaya lainnya yang ditemukan antara lain:
Ø  Tobacco-specific nitrosamines (TSNAs).
Ø  Diethylene glycol (DEG).
Ø  Logam: partikel timah, perak, nikel, aluminium dan kromiumdi dalam uap rokok
elektronik dengan ukuran sangat kecil (nano-partikel) sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran napas di paru.
Ø  Karbonil: karsinogen potensial antara lain formaldehida, asetaldehida dan akrolein. Juga senyawa organik volatil (VOCs) seperti toluena dan p,m-xylene.
Ø   Zat lainnya: kumarin, tadalafil, rimonabant, serat silika (info POM, 2015)
3.      Gliserin
Gliserin adalah cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna. Zat ini sering digunakan pada perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis yang dianggap tidak beracun ini sering pula dipakai oleh industri makanan. Gliserin berfungsi sebagai pengantar rasa dan nikotin dalam penggunaan rokok elektronik. Hingga kini status keamanan rokok elektrik terutama yang dampak jangka panjangnya masih diperbincangkan karena klaim dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung (Shibuya, Yuri, 2015).
4.      Perasa
Goniewicz  menjelaskan, ada ratusan rasa pada cairan rokok elektik, seperti ceri, cheese cake, kayu manis, dan tembakau. Banyak zat perasa ini yang juga digunakan pada makanan. Sulit untuk mendata semua bahan kimia perasa, namun salah satunya bernama 'Diacetyl',  umum digunakan untuk menambah rasa pada popcorn. Zat tersebut dikaitkan dengan penyakit paru-paru yang mematikan jika dihirup.  Zat kimia lainnya yang menambah rasa seperti Butter (mentega) juga berbahaya (Shibuya, Yuri, 2015).
Menurut dr. Mukhtar Ihksan pada acara reportase siang di Trans 7 (2010) bahwa rokok elektrik tidak memiliki 4000 bahan kimia yang ada dalam rokok tembakau, namun rokok elektrik masih mengandung satu zat yaitu nikotin plus plefer yang ditambahkan dalam rokok tersebut. Bahaya nikotin masih ada pada rokok tersebut karena nikotin dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah, keluhan berdebar dan peningkatan tekanan darah.
Rokok ini memiliki kandungan nikotin sebesar 6 mg. Kandungan tersebut merupakan kandungan tertinggi dalam satu refill. konsumsi 1 pc cartridge sekitar 150 hisapan, atau setara dengan 10 batang rokok tembakau. Terdapat beberapa rasa yang terkandung didalamnya seperti Marlboro, Sampoerna Mild, Gudang Garam, Jarum, DjiSamSoe, Cofee, Chocolate, Virginia, Camel. Lemon, Nanas, Apel, Anggur, Pisang, Strawberry, Tobbaco, Vanilla, Rose, Cherry, Peach, Clove Mint, Orange.
E.     Prinsip Kerja Rokok Elektrik
Prinsip kerja rokok elekrik tentu saja akan menjadi pertanyaan dari beberapa anda. Bagaimana tidak, sebagaimana yang telah anda ketahui, lihat dan perhatikan adalah rokok ini tidak membutuhkan korek untuk menyalakannya ketika anda ingin merokok. Sungguh hal diluar pikiran anda bukan, karena sebagaimana banyaknya dari berbagai jenis dari produk tembakau ini pastilah membutuhkan yang namanya api untuk menyalakannya. Ini adalah merupakan jenis yang sangat baru sekali beredar di pasaran dimana dengan adanya produk ini maka akan mengurangi yang namanya asap dan juga mengurangi akan dampak - dampak yang diberikan dari kebanyakan rokok - rokok yang biasanya. Dan untuk anda ketahui, produk keluaran terbaru ini hanyalah memiliki kandungan propylene glycol dan juga nikotin.
Sebagai masukan untuk pengetahuan anda anda mengenai dari prinsip kerja rokok elektrik. Yaitu yang pertama adalah seperti hal nya barang - barang elekronik lainnya, produk ini membutuhkan baterai yang dapat diisi ulang dan tentu saja dengan ukuran dari baterai yang cukup kecil atau mini sekali mengikuti dari ukuran bentuk dari punting produk ini. Yang kedua adalah memiliki tempat untuk menaruh atau menyimpan dari propylene glycol dan juga air yang disebut dengan cartridge. Bagi yang memiliki kebiasaan untuk merokok maka salah satu dari produk ini bisa pula dapat anda coba dan rasakan apa saja perbandingannya.
F.     Dampak Rokok Elektrik
1.       Menimbulkan masalah adiksi. Hal ini karena kandungan nikotin pada bahan likuid dapat menimbulkan rasa ketagihan, selanjutnya peningkatan kadar plasma nikotin pada pengguna rokok elektronik akan menyebabkan peningkatan adrenalin dan tekanan darah, serta juga meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi yang dapat mengganggukesehatan. Efek akut lain berupa penurunan kadar nitrit oksida udara ekshalasi dan peningkatan tahanan jalan napas, yang semua berakibat buruk bagi kesehatan. Di Amerika Serikat, The American Association of Poison Control Centers (AAPCC) melaporkan terjadinya peningkatan keracunan akut akibat nikotin rokok elektronik hingga mencapai jumlah 3784 laporan di tahun 2014, meningkat lebih dari 14 kali lipat dari tahun 2011.
2.        Dapat disalahgunakan dengan memasukkan bahan berbahaya ilegal seperti mariyuana, heroin dan lain-lain. Hal ini karena pengguna dapat melakukan modifikasi alat sehingga ada peluang dimasukkannya bahan berbahaya tersebut. 
3.       Bahan perisa (flavouring ) yang digunakan dapat membahayakan kesehatan. Studi menunjukkan bahwa bahan perisa mungkin saja aman kalau dimakan, tapi tidak aman kalau dihisap ke paru. Ada dua hal sehubungan bahan perisa ini. Pertama, bahan perisa sangat kid friendly sehingga menarik buat anakanak dan remaja. Saat ini teridentifikasi lebih dari 8000 variasi jenis rasa bahan perisa. Kedua, untuk rokok elektronik nonnikotin, bahan perisa digunakan sebagai unsur yang dominan sebagai pengganti nikotin, perilaku sengaja memasukkan bahan perisa ke dalam paru tentu bukan hal yang baik bagi kesehatan karena paru kita seharusnya menghisap oksigen dari udara segar.
4.       Risiko bertambahnya perokok pemula. Studi menunjukkan bahwa seorang yang belum pernah merokok akan mulai mencoba rokok konvensional jika sebelumnya pernah menghisap rokok elektronik dengan atau tanpa nikotin. Hal ini karena produk tanpa nikotin juga dapat dianggap sebagai langkah awal bagi pemula, lalu kemudian dapat saja dimasukkan nikotin dan lama-lama kadar nikotinnya dinaikkan. Jadi, seperti sengaja “dilatih” untuk jadi perokok. Data penggunaan rokok elektronik di beberapa negara terus mengalami peningkatan signifikan beberapa tahun terakhir, terutama pada usia remaja dan pelajar/mahasiswa. Contohnya di Amerika Serikat, penggunanya bertambah tiga kali lipat hanya dalam rentang setahun yaitu antara tahun 2013 dan 2014, dari 4,5 persen menjadi 13,4 persen, atau diperkirakan mencapai dua juta siswa SMA dan 450.000 siswa SMP telah menjadi pengguna.
5.       Risiko bertambahnya perokok ganda (dual user) yaitu pengguna yang menggunakan rokok konvensional dan rokok elektronik secara bersamaan.
6.       Mantan perokok kembali merokok karena adanya klaim aman produk rokok elektronik.
7.       Me-renormalisasi perilaku merokok, maksudnya bahwa rokok elektronik dapat meningkatkan daya tarik terhadap merokok konvesional, karena berdasarkan format dan desain dapat dianggap produk rokok elektronik adalah produk imitasi dari rokok konvensional, sehingga pada akhirnya perilaku merokok konvensional dianggap perilaku yang tidak negatif dan biasa-biasa saja. Dengan demikian penggunaan rokok elektronik dapat meningkatkan penerimaan sosial dari perilaku merokok.
8.        Rokok Elektronik dapat mengganggu kebijakan KTR (Kawasan Tanpa Rokok), yang di tingkat global diistilahkan dengan Smoke-Free Areas.(info POM, 2015)
Gambar 2. Potensi Manfaat dan Kerugian dalam
Perspektif Kesehatan
G.    Makanan dan Minuman Penghenti Kecanduan Rokok
1.      Oat
Oat itu sudah dikenal mampu mengurangi ketagihan nikotin. Jadi, gabungkan oat ke dalam diet rutin anda. Untuk efek maksium, ambil satu sendok makan ground oat (bukan oatmeal) lalu tambahkan pada 2 mangkuk air rebus dan diamkan selama satu malam.
Kesesokan harinya, minum sebagian dari campuran tersebut beberapa jam setelah makan. Jangan mengkonsumsinya setelah jam 8 malam. Ini adalah salah satu ramuan paling efektif untuk berhenti merokok. Dan ada bukti ilmiah dari sistem pengobatan India yang selama bertahun-tahun, telah menggunakan oat bran dan oatmeal untuk memerangi ketergantungan terhadap opium.
Baru-baru ini, para peneliti di Glasgow, Skotlandia, menemukan bahwa para perokok yang diberi suatu ekstrak dari oat segar itu lebih cenderung untuk mengalami penurunan dalam ketagihan merokok dibanding perokok yang diberi suatu placebo. Penemuan ini diperkuat lagi oleh penelitian lain yang baru-baru ini dilakukan di Jepang. Dalam studi di Jepang ini, para peneliti menemukan bahwa para perokok yang diberi suatu tambahan ekstrak herbal oat setiap hari, mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap dalam satu hari sebanyak hampir 50 persen.
2.      Jeruk
Tanamkan kebiasaan untuk makan sebutir jeruk setiap kali rasa ketagihan menyerang anda. Bisa mendapatkan jeruk dengan mudah itu adalah salah satu cara yang paling efektif dalam menangkal dorongan untuk merokok. Ketagihan nicotin biasanya akan berlangsung selama 3 sampai 5 menit.
Mengkonsumsi jeruk bisa menjauhkan pikiran anda dari dorongan keinginan untuk menyalakan sebatang rokok. Entah dimakan dalam keadaan mentah atau dalam bentuk jus, jeruk memegang suatu peranan penting dalam proses penghentian kebiasaan merokok.
Aromanya bisa mengalihkan pikiran anda dari keinginan untuk merokok. Saat dikonsumsi dalam bentuk jus, jeruk juga bertindak sebagai suatu pembersih.
Menggabungkan konsumsi jeruk ke dalam sebuah pengaturan pola makan yang lebih luar itu akan membantu anda untuk berhenti merokok, tapi periksa dulu tingkat kesegaran dari jeruk tersebut sebelum dikonsumsi. Dan ada bukti ilmiah mengenai hal ini. Sekelompok peneliti di Inggris melakukan percobaan dengan para perokok dan jeruk. Hasilnya sungguh mengejutkan. Setelah 21 hari, para perokok yang mengkonsumsi jeruk jumlah rokok yang mereka hisap menurun sebanyak 79 persen, dan 20 persen dari mereka benar-benar berhenti merokok. Hasil-hasil ini menimbulkan satu pertanyaan: apakah dengan memakan buah-buahan citrus itu akan memberikan efek yang sama? Sebagian dari mantan perokok bahkan mengatakan bahwa dengan meminum suatu campuran dari jus jeruk dan cream tartat (satu setengah sendok teh) bisa segera menghilangkan nicotin dari dalam tubuh anda, sehingga menghilangkan keinginan untuk merokok. Mereka mengatakan bahwa saat terbaik untuk meminum campuran ini adalah ketika hendak tidur. Selain jeruk, buah dan sayuran telah terbukti mampu membantu menghentikan kebiasaan merokok.



3.      Bayam, Nasi Coklat, Pasta
Dalam studi lain yang mengamati apakah makanan tertentu bisa memerangi kecanduan, David Daughton, Ph.D., seorang spesialis pulmonary di University of Nebraska Medical Center, menemukan bahwa makanan yang tinggi dalam sifat-sifat alkaline itu menahan nikotin agar tetap bersirkulasi dalam darah, sehingga mempertahankan suatu level kecanduan yang tinggi. Ini sangat mengurangi kebutuhan untuk mengkonsumsi lebih banyak lagi. Makanan-makanan yang tinggi dalam alkaline misalnya bit, dandelion, kismis, buah ara, bayam, millet, quinoa, roti-roti dan pasta whole-grain, nasi coklat, almond dan sayuran starchy misalnya kentang, squash dan jagung.
4.      Tomat
Aroma tomat membantu mengurangi daya tarik rokok. Menggunakan jus tomat juga memberikan anda efek yang sama seperti merokok, tapi tanpa unsur-unsur yang berbahaya. Itu mungkin karena fakta bahwa tanaman tomat dan tembakau itu berasal dari keluarga yang sama (solanaceae, yang umumnya dikenal sebagai keluarga nightshade). Tomat juga suatu sumber yang sangat bagus untuk lycopenes. Lycopenes itu adalah gizi-gizi di dalam keluarga carotenoid yang konon bisa mencegah kanker paru-paru. Perlindungan terhadap kanker yang diberikan lycopenes adalah karena sifat-sifat antioxidant yang dimilikinya. Lycopenes itu lebih banyak terdapat di dalam tomat yang sudah diproses dibanding tomat mentah. Saus tomat, jus tomat dan kecap tomat adalah sumber-sumber yang bagus. Cobalah untuk menggabungkan lebih banyak lagi makanan-makanan yang kaya akan lycopenes ini ke dalam diet anda.
5.      Pisang
Pisang adalah camilan sehat, murah dan enak yang dinikmati banyak orang di seluruh dunia. Selain dapat mengenyangkan karena mengandung karbohidrat, pisang juga memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya membantu orang berhenti merokok.Kandungan vitamin B dan mineral lainnya dapat membantu perokok yang ingin menghentikan kebiasaannya dengan cara mengurangi tingkat stres akibat gejala putus nikotin, seperti dilansir Asiaone, Senin (5/11/2012).Pada saat yang sama, nutrisi yang terkandung dalam pisang juga dapat membantu gejala putus nikotin secara fisik dan psikologis.Pisang mengandung tryptophan yang dapat meningkatkan suasana hati (mood) positif dan membuat Anda merasa lebih bahagia. Secara tidak langsung, kandungan pisang ini akan membantu Anda melupakan rokok.
6.      Susu dan produk susu lainnya
Banyak perokok mengatakan, setelah minum segelas susu, merokok tidak membawa rasa dan kepuasan yang diharapkan. Susu membuat rasa rokok menjadi sangat pahit dan tidak menyenangkan. Cara ini dapat membantu mengurangi ketagihan dan membantu menyingkirkan kecanduan nikotin. Dukes University mengungkapkan bahwa perokok yang minum segelas susu sebelum merokok tidak akan menyukai rasa rokoknya. Perokok akan mengeluh karena rasa rokok tiba-tiba menjadi pahit.Anda juga bisa mencelupkan rokok ke dalam susu dan biarkan mengering. Ini akan membuat rasa rokok menjadi tidak enak di mulut.
7.      Seledri 
Seledri bisa memengaruhi rasa rokok. Bahkan, ilmuwan menilai, banyak mengonsumsi jenis makanan tersebut dapat mengurangi ketergantungan nikotin (asalkan tidak mengonsumsi alkohol). Ini juga sekaligus menjawab mengapa mengudap batang seledri dapat membantu mengurangi keinginan ngemil. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika tidak suka seledri karena seledri bisa digantikan dengan wortel.Namunperlu diingat, makan banyak sayuran manis tidak terlalu baik karena jumlah glukosa yang berlebihan akan mengaktifkan area otak yang bertanggung jawab terkait kesenangan dan kepuasan.
8.       Mentimun
Setiap perokok akan sangat tergantung kepada rokok setiap kali selesai makan nasi. Untuk menghindari rasa ketergantungan tersebut, cobalah untuk memakan buah timun setelah selesai makan. Dengan memakan timun, mulut terasa bersih dari sisa-sisa makanan yang berlemak, pedas, dan asin. Buah Mentimun yang kita makan akan membersihkan daerah sekitar mulut kita dari rasa yang sebelumnya kita nikmati. Dan biasanya, setelah rasa tawar di mulut maka keinginan untuk merokok itu sedikit demi sedikit akan berkurang


.
9.       Garam
Setiap kali Anda berkeinginan untuk merokok, Anda harus makan sesuatu yang asin atau menjilat sedikit garam dengan ujung lidah. Ini dapat membunuh dorongan Anda untuk merokok.
10.   Ginseng
Ginseng telah terbukti untuk mencegah pelepasan nikotin yang diinduksi dari dopamin neurotransmitter. Seharusnya tidak digunakan sehari-hari tetapi dapat digunakan 3-4 kali sebulan.
11.   Terong
Terong meninggalkan rasa pahit jika dimakan sebelum merokok. Beberapa ahli menyatakan bahwa makan banyak sayuran ini dapat mengurangi intensitas ketergantungan nikotin. Jadi dapat membantu untuk berhenti merokok.
12.  Air Kelapa Tua
Isi toples kaca dengan air kelapa yang matang/tua. Embunkan semalaman. Keesokan harinya tuang ke dalam gelas, campurkan garam sedikit dan aduk merata. Lakukan setiap pagi. Insya Allah dalam beberapa hari kecanduan rokok akan berkurang dan berhenti. (Dedi, Tedi, dkk).


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat dijelaskan bahwa
1.      Rokok elektrik memiliki kandungan toksin dalam jumlah banyak yang sebetulnya isi keseluruhan dari rokok ini adalah zat nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin, propilen glikol, gliseren, air dan flavoring (perisa) yang apabila dipanaskan akan menghasilkan nitrotisme. Larutan nitrotisme ini nantinya akan menjadi penyebab munculnya penyakit kanker.
2.      Electronic cigarette memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok tembakau.
3.      Masih perlu data-data penelitian lebih lanjut tentang dampak e-cigarette pada kesehatan dalam penggunaan jangka panjang.
4.      Electronic cigarette memiliki kadar nikotin yang lebih rendah dari rokok tembakau dan tidak memiliki campuran kimia yang berbahaya seperti tar atau zat toksik lain akibat pembakaran tembakau.
B.     Saran
Seharusnya perokok aktif lebih bisa menyesuaikan tempat untuk merokok. Karena asap rokok dapat mengganggu kenyamanan orang lain.






DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, R. M. (2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok dan
            hubungannya dengan status penyakit periodontal remaja. Tesis. Tidak dipublikasikan.
 Medan: Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Sekolah Pasca
 Sarjana USU.
Dedi, Tedi, dkk. 2013. Makanan dan Minuman untuk Menghentikan Kecanduan Merokok.
Diakses di https://klinikpengobatanalami.wordpress.com. Tanggal 14 Desember 2016 pukul 10:00 WIB
Hasanah, A. U. 2011. Hubungan antara dukungan orang tua, teman sebaya, dan iklan rokok
dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki. Tidak dipublikasikan. Surakarta:
StikesAisyiyah.
Info,POM. 2015. Bahaya Rokok Elektrik. Volume 16, No 5. Diakses di
Jufri, S. 2012. Pigmentasi mukosa bibir pada perokok dan penyebabnya. Skripsi. Tidak
 dipublikasikan. Makassar: Unhas.
Marie. 2014 . Smoking prevalence and cigarette consumption in 187 countries,
1980-2012. JAMA.
Pramono, 2010. Zat yang Terkandung dalam Rokok Elektrik.
Riskesdas. 2013. Hasil riset kesehatan dasar. Riset Kesehatan Dasar, 5.
Shibuya, Yuri. 2015. Rokok Elektrik. Diakses di http://yurishibuya27.blogspot.co.id. Pada
tanggal 09 Desember 2016 Pukul 09:00 WIB
Wulandari, C. I. (2012). Pengalaman menghentikan kebiasaan merokok pada mantan perokok.
 Jurnal Nursing Studies, 36-42
Yani, 2010. Definisi Rokok Elektrik. Tira Aksara : Jakarta

Zenal. 2013. Sejarah Rokok Elektrik. Diakses di http://www.ududdulu.com. Pada tanggal 10
Desember Pukul 20.00 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar